Information System Development(Pengembangan Sistem Informasi)

Apa Itu Information System Development ?

si

 

 

 

 

 

 

Adalah aktivitas pengembangan sistem melalui informasi yang tersedia guna menghasilkan sistem informasi bebrbasis computer untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan yang ada.

Mengapa perlu adanya pengembangan sistem informasi ???

1.Menjamin adanya proses yang konsisten dan berkembang

2.Agar keamanan sistem lebih terjamin

3.Dapat mengetahui kelemahan sistem yang lama dan mengembangkannya ke sistem yang terbaru .

4. peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

5.peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.

6.peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan
memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.

Macam-Macam Metodologi Pengembangan Sistem :

1.Metode System Development Life Cycle (SDLC)

adalah metode pengembangan sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode tradisional atau metode klasik. Metode ini digunakan untuk mengembangkan, memelihara, dan menggunakan sistem informasi.

2.Metode Waterfall

adalah metode yang sering juga disebut model Sequential Linier. Metode pengembangan sistem yang paling tua dan paling sederhana. Cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sequential atau terurut dimulai dari analisa, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung.

3.Model Prototyping

adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototipe juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses.

4.Model RAD (Rapid Application Development)

adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi. Selain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.

5.Object Oriented Technology

adalah cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Filosofi Object Oriented sangat luar biasa sepanjang siklus pengembangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi) sehingga dapat diterapkan pada perancangan sistem secara umum: menyangkut perangkat lunak, perangkat keras dan sistem secara keseluruhan.

6.Metode End-user Development

Disini pengembangan dilakukan langsung oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat dilakukan lebih cepat. Kelemahan adalah pada pengendalian mutu dan kecenderungan tumbuhnya “private” sistem informasi. Integrasi dengan sistem yang lain menjadi sulit.

Tahapan Metode Pengembangan sistem informasi :

tahapan metode pengembangan.png

1.Perencanaan sistem (System Planning)

Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem (feasibility study). Aktivitas yang ada meliputi:

  • Pembentukan konsolidasi tim pengembang
  • Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan
  • Mengidentifikasi masalah-masalah yang ada, bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem
  • Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem
  • Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.

2.Analisis sistem (System Analysis)

Analisis sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:

  • Melakukan studi literature untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem
  • Brainstorming adalah tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem
  • Mengklasifikasikan masalah, peluang dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut
  • Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem
  • Mendefinisikan kebutuhan sistem.

3.Perancangan sistem (System Design)

Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:

  • Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem
  • Menganalisa data dan membuat skema database
  • Merancang user interface.

4.Implementasi sistem (System Implementation)

Tahap berikutnya yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba. Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

  • Pembuatan database sesuai skema rancangan
  • Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem
  • Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging)

5.Pemeliharaan sistem (System Maintenance)

Dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.

Tahapan Metode Waterfall :

metode waterfall

1.Analisis kebutuhan (Requirement)

Dalam tahap ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpul data pada tahap ini bisa melakukan sebuah penelitian, wawancara, atau studi literature. Seseorang analisis sistem akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah sistem computer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagi data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen inilah yang akan menjadi acuan sistem analisi untuk menterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman.

2.Sistem desain (Design System)

Proses desain akan menterjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat koding. Proses ini berfokus pada struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) procedural. Tahapan ini kan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement. Dokumen inilah yang akan digunakan programmer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.

3.Penulisan sinkode program/implemention (Coding & Testing)

Coding merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh computer. Dilakukan oleh programmer yang akan menterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan computer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhapad sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.

4.Penerapan/pengujian program (Integration & Testing)

Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem. Setelah melakukan analisa, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah dijadikan digunakan oleh user.

5.Pemeliharaan (Operation & Maintanence)

Perangkat lunak yang susah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

referensi :

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s